hit counter code



Jump to content


Situs Judi Bola

ss Situs Judi Bola Situs Judi Bola ss

ingin beriklan? hubungi kami: email : megalendir@gmail.com , big.lendir@yahoo.com atau Skype : big.lendir@yahoo.com

ss ss ss
ss ss ss
vert
vert
Photo
- - - - -

Sri Alumnus Tempat Kerjaku

real story

  • Please log in to reply
6 replies to this topic

#1 Kardito

Kardito

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 3 posts

Posted 04 June 2017 - 10:46 AM

Perkenalan pertamaku dengan Sri (2012)

Perkenalkan nama ku Kardito. Umur ku 23thn, wajahku biasa saja, badan ku juga kurus. Aku bekerja di sebuah instansi pendidikan menengah pertama (SMP – red) dikota x, bertugas hanya sebagai prajurit sekuriti malam hari. Memang awalnya serasa berat, sudah kerjanya malam hari, gaji dikit sebagai HR (honorer – red), tapi kisahku dimulai dari sini. Meski penghasilan tak seberapa, tapi peluang sekecil apapun tak ku sia-siakan. Perawakan gadis – gadis SMP yang mulai beranjak Remaja yang sedap dipandang, apalagi pakainnya masih putih biru rok sedengkul dan lengan baju diatas siku. Kemanapun mata memandang tetap saja memanjakan mata. Bentuk tubuh mereka terus saja terangan – angan sampai pulang kerumah. Itu pun tak kusia siakan. Kujadikan khayalan untuk pemoles rasa saat ritual dikamar mandi. Hehe.. sampai disuatu ketika, pengalaman bersama lulusan tempat kerjaku pun terjadi. Untuk pertama kalinya aku merasakan angan – angan ku itu menjadi nyata. Simak ya, this is ‘Real Story’!

Saat ini aku sudah bekerja 5 tahun. Berbagai model bocah – bocah tengil sudah kutemui disini. Sayang, peraturan semakin berkembang. Saat ini pakaiannya sudah serba tertutup. Tapi ntah mengapa, malah makin membuatku penasaran seperti apa isinya. Trutama buat bocah yang bongsor. Bokongnya yang semok, dan susunya yang sudah membulat penuh tantangan.

Suatu sore hari, HP ku berbunyi, notofikasi FB masuk, ada message dari Sri (Nama samaran). Obrolan pun mulai terjadi :
“ini mas kardito yang kerja di SMP to?”, tanya Sri,
“iya, ni siapa” kubalik bertanya,
“aku murid situ dulu kok, mosok lupa”,
“ya msok tiap bocah aku hapal, lak yo egak to?” jawabku,
“q sri, lulusan taun 2009” jawabnya,
“aemboh, lupa. Hahaha”..
-    Sekip –
Karena waktu udah mulai gelap dan saatnya ku bertugas menyalakan lampu penerangan, aku pamitan dan minta nomer hp nya. Modus dikit. Eh..gak taunya dikasih beneran sama Sri.

Tak terasa isya sudah tiba, setelah kembali dari masjid ku coba beranikan diri sms ke no Sri yang telah ku kantongi tadi. Tak ada harapan apapun yang ada dibenakku, Cuma penasaran saja sama Sri yang ngakunya mantan murid skolahku ini.

“hello Sri”, sms isengku,
“hela juga, sudah gx sibuk po?,
“ah ,., sudah tidak, ini lagi duduk duduk saja. Eh kamu kelas brp dulu, kok tahu aku”? ku mulai korek identitasnya,
“aku kelas A dulu, jelek orangnya” jawab dia merendah,
“benar. Benar benar lupa maksudnya”,
“hahaha ya wis. Pulsa habis. Dah dlu ya, bye” pungkas dia.

Ntah kenapa aku ingin sms dia terus serasa gak mau kehilangan irama, mengingat aku masih lugu tak tau apa apa ini. Dalam hatiku pun bertanya, apakah ini perasaan ketertarikan dengan lawan jenis. Jarang banget ada yang sms begini dari cewek.

Ku langsung sms kawan, hutang pulsa untuk ngisikan nomer si Sri  yang katanya habis tadi. Setelah selesai diisikan. Ku segera sms dia lagi. Sms pun berlanjut.

“pulsanya masuk ndak?” sengaja kumulai pancing sms nya,
“eh kamu po yg ngisikan?” tanya padaku,
“hehe iya, mumpung ada rajeki, diterima ya”
“oh iya , makasih ya” jawabnya.

Sambil ada sms masuk notifikasi dapat 1000 sms gratis, yang tak kan kubiarkan habis bgitu saja. Ku sudah berniat akan terus sms dia.

Sms ngalor ngidul dan seabrek pertanyaan saling lempar dan saling jawab. Tak terasa hampir jam 10 kita terus sms.

“dah ngantug blm?” tanyaku padanya,
“blm e. kamu” jawab dia,
“blm juga, kapan – kapan ke sekolah sini, maen gitu, ada hotspot gratis kok,” tanyaku sambil memancing Sri agar ku tau siapa dia sebenarnya.
“emm.. oke mnggu aja gmna, pagi. Aku gak kerja kok” jawabnya.
“oke siap, jam 8 ku tunggu disini ya” agak berdebar baca balesan dia yang menyutujui ajakan ku, perasaan seneng tiba tiba muncul dihatiku, apa ini cinta, apa ini bukan? Perasaan ini susah hilang sampai terbawa tidur.

Hari minggu pun tiba. Acara yang kunantikan akhirnya tepat didepan mata. Ku tunggu dia di depan gedung sambil duduk menghadap pintu gerbang.

Tak berselang lama, pengendara wanita melintas sambil menengok kedalam gedung. Dia memakai FU dan berkendara pelan. Setelah dia melihatku dia putar balik dan masuk gedung sambil melempar senyum tipis kepadaku. Dalam balik helemnya ku ingat – ingat wajah itu murid sini dulu kelas A, benar – benar lupa aku.

Setelah sampai didepan gerbang, dia memarkir kendaraan nya. Helm dia lepas. Setelah terlihat mukanya, q coba ingat – ingat lagi. Tapi tetap saja ku gak ingat. Mungkin dulu bukan masuk nominasi untuk bahan bacol ku di kamar mandi. Tetapi kali ini berbeda. Setelah 4 tahun berlalu semuanya berubah. Wajahnya cantik, rambutnya panjang lurus terurai, tubuhnya sudah mulai berbentuk. Kulitnya coklat muda, pahanya besar, boksong nya semok dan masih kencang, gede abis, terlihat jelas karena dia pakai jeans ketat, lenganya kenceng, susunya memang gak besar, tetapi bagiku sudah cukup menjelaskan kalau didalamnya tersimpan barang yang kenyal. Kancing baju merahnya semua rapat tanpa ada celah yang bisa membuatku berpikiran aneh – aneh.

Cantik. Ucapku dalam hati ini. Dia berjalan menuju kearahku. Ku terus memandangi wajahnya yang cantik dan sambil tersenyum berjalan kearahku. Bbirnya merah, cara jalannya juga agak tertatih tatih. Kusalami dia sambil tanya kabar.

“ini Sri ya” tanyaku,
“iya, gmana kabarnya?” tanya dia padaku. Suaranya serak serak basah,
“baik, gmna kabarmu?, tanya ku,

Sambil kita berbincang bincang kuterus tanya bab dia, dia melanjutkan dimana seletah dia SMP, sampai sekarang dia kerja apa. Sampai dia mengeluh tentang HP nya yang hampir penuh isi memorycard nya.

“bisa benerin HP. Kepenuhan” tanya nya sambil menyodorkan HP nya,
“tak coba dulu, tapi butuh komputer, komputernya didalam kantor. Mau ikut apa tunggu disini? Tanyaku. Kasihan juga kalau kudu nunggu,
“ikut” sautnya.
“oke tunggu sebentar”. Tak kunci gerbang dulu, biar aman. Banyak kendaraan soal nya.

Setelah selesai, ku ajak dia ke ruangan kantor. Kantor nya agak luas, berteralis besi dan minim jendela karena ruangan ber AC. Ku ajak dia masuk.

“aku masuk ya” tanya dia sambil menutup pintu.
“oke” jawabku sambil kaget, kenapa harus nutup pintu segala? Ah paling dia sadar ni ruang AC jadi harus ditutup.

Aku duduk di depan komputer, dia duduk disampingku yang kebetulan 2 kursi berjajar. Dalam hati ku senang sekali karena keadaanya berpihak kepadaku. Saat ini masih belum terlintas dipiranku tentang hal – hal asyik saat berdua bersama seorang cewek. Wajar saja ku kan masih lugu sekali. Hehe

Ku colokkan HP nya di komputer, dan kuliat isi memorynya yg penuh itu. Betapa kaget aku dibuatnya. Ternyata isinya video porno durasi pendek banyak banget. Sambil melongo kaget, jantungku berdetak kencang! Bertanya tanya apa ini beneran!

“e..lha buset .. ini isinya banyak video BF e Sri” kutanya dia agak nada tinggi, karena kaget, sambil bingung karena salah tingkah. Dalam batinku , apa betul kalo dia suka nyimpen video ginian,
“iya e, dihapus saja. Sudah bosen aku” . sahut nya dg nada pelan dan lembut. Sambil senyum lagi,
“oke kuhapus ya.. hehe.. gak dilihat dulu” cetusku sambil senyum. Agak keringetaan sebenarnya.
“ahh….. kamu. Bisa aja” dian mnjawab dg lirih dan lembut sambil memegang tanganku,

Busset dah. Aku tambah panas dingin dibuatnya. Jantungku semakin berdebar – debar. Perasaan ku agak kacau, seneng, bingung bercampur aduk dalam pikiranku. Kurasakan pula otongku malah sedikit berontak agak mengeras meski belum keras penuh. Hehe. Ini pertama kalinya aku sedikit nafsu saat didekati cewek.

“eh . bukain web porno donk, yang indo” tanya dia pdaku,
“haa… ?? “ jawabku heran,
“haaaaallaaaahhh.. mosok gak tau” jawabnya. Suara nya kian lembut dan lirih. Tatapannya seraya menghipnotis ku agar ku jatuh pada rayuan mautnya.
‘okeee..”, ku ketik segera alamat web yang sudah biasa menemaniku ditiap harinya selalu menghiburku,

Perasaan makin bergejolak dam jiwa. Aku duduk tidak tenang, pikiran kemana mana.

“aku buat minum dulu ya, kamu lihat2 saja dulu”, ucapku padanya.
“iya”. Kini dia lihat sendiri web itu.

Aku bergegas ke dapur membuatkan teh buat dia. Kulihat kecermin, wajahku pucat pasi, agak memerah. Perasaan pertama saat bertemu cewek aneh menurutku. Berkali kali aku cek keadaan kantor yang kosong dengan pintu gerbang terkunci. Memastikan supaya gak ada org lain yang yang mau masuk.

2 gelas teh manis siap tersaji. Kubawakan dengan baki. Ku masuk ke ruangan, kulihat dia masih asik melihat vedo dewasa. Kubawakan dia teh nya sambil keletakkan dimeja depan komputer. Ku kumpulkan keberanian untuk duduk disampingnya lagi.

Makin salah tingkah aku disampingnya. Sambil kutawari minum padanya.

“minum dulu, mumpung masih hangat”, sambil kulihat dia tak bersuara, matanya terus menatap layar.

Sekitar 10 mnit sudah kita sama – sama melihat video dewasa. Kami duduk saling diam. Sambil fokus pada video. Kuberanikan bertanya soal video itu.

“gak sakit pa ya digituin?” tanya ku,
“gak tau.. kyk nya egak” jawab dia tanpa melihat wajahku.
“mang kamu pernah begituan?? . tanyaku ke dia. Aku agak sedikit takut. Takut dia marah saat ku tanya itu,
“belum … “ sponta jawabnya. kali ini dia melihatku sambil tersenyum kepadaku,
“ah masa..” jawabku sambil cengengesan.
“ah … bener lah” jawabnya lagi. Dia jawab sambil menepuk pahaku. Seketika aku kaget sekaligus senang. Otongku makin mengeras. Tiba – tiba celana berasa sempit karena makin berdiri. Celakanya otongku terjepit. Jadi agak terasa pegel.

Ku kembali duduk terdiam. Merasapi apa yang telah terjadi. Aku tak mikir apa apa. 5 menit sudah berjalan. Tangan kirinya yang berada diatas pahaku makin kencang memegang. Dia sedikit terbawa suasana juga akhirnya.

“kenapa …” tanyaku padanya,
“gpp.. eh itu dikopi ke HP donk”.. pinta dia kepadaku,
“oke .. agak lama, karena filenya agak gde..” jawabku,
“aaaahhhh lama. Sambil lihat yang laen …” cetusnya.
“okelaaah …” jawabku kembali.

Kali ini dia duduk lebih dekat lagi padaku. Paha kita tak terasa sudah menempel lengan juga saling menempel. Meski masih berbaju dan bercelana lengkap. Aku sudah merasakan badanku agak naik suhunya, otongku makin pegel karena terjepit dan terus mengeras, jantung berdetak makin kencang.

Menit makin menit kita sama sama meihat video dwasa itu. Duduk dia makin rapet lagi padaku. Hingga lengan kenyal nya sangat terasa menempel. Dia mulai bersuara,

“kamu pernah begituan ??” tanya dia padaku ,
“ah ya belum lah.. aku gk punya pacar” jawabku serius sambil menahan pegel,
“oooooh… sama”, jawabnya makin lebut dan serasa mendesah,
“kenapa … pengen ya” sambil ku lempar senyum ku padanya,
 Dia mengangguk angguk sambil tersenyum dan kali ini dia memegang pahaku dan mencengkeram dengan kedua tangannya.
Aku Cuma tersenyum tipis sambil melihat matanya. Tak terasa kita sama sama nafsu sekarang.
5 menit berlalu. Otongku makin pegel karena sekrang sudah keras maksimal tapi tertekuk dan terjepit dicelana.

“ah kamu itu, ni kan punya berdiri” curhatku padanya karena gk kuat menahan pegel. Aku gak berani mengoraksi arah otongku, karena malu.
“aaahhh .. yg bener” jawabnya dengan desahan mautnya.

Aku gak berani melihat matanya, aku terus fokus ke layar. Tiba – tiba saja aku tersentak. Tangan kirinya mulai berjalan meraba otongku meski masih bercelana.
Sensasi yang luar biasa kurasakan saat otongku diraba raba olehnya. Tangannya mencoba meraba menyusuri lekuk otongku dicelana yang membengkok karena terjepit.

“eehhhh … kejepit itu lho” kataku padanya,
“hihihiii … ho’o” jawabnya sambil senyum dan tangan kanannya terus mencengkeram pahaku.
“kasihan lah.. tolong dibenerin” jawabku. Kali ini aku memang memberanikan diriku. Karena nafsuku sudah tak ketulungan lagi.
“iyaa.. manaaaa..” suaranya makin lembut lagi.
“ya buka sendiriii…” jawabku sambil kulempar senyum.
Kini tubuhku sedikit kurebahkan sambil mempersilahkan dia untuk membuka sabuk dan resletingku.
Tangan kanan nya berhenti mencengkeram. Dan kedua nya kini mulai sigap mencopot sabukku.
Ku lihat mata dan senyumnya. Lidah dan bibirnya makin menantang, karena sambil dia agak mendesah lirih.
Sabuk mulai lepas, kancing clana juga sudah dibuka. Resleting sudah diturunkan. Kini celana dalam ku sudah mulai terlihat dan otongku yang tertekuk sudah terlihat dari cetakan kain celdam.
Tangan kirinya membuka celana dalam dan tangan kanannya dengan sigap segera memegang otongku yg tertekuk. Posisi agak ku koreksi miring dikit karena biar mudah diluruskan.
Sensasi yang luar biasa karena kulit penisku pertama kali disentuh oleh tangan seorang wanita. Baru disentuh saja sudah kurasakan nikmat yang begitu berasa sekali. Otot dan kulit otongku sangat terasa sekali di genggaman tangannya..

“uuuuhhhh…” desahnya sambil melihat dan memegang ontongku dengan tangan kanannya.
Dia pegang otongku dengan lembut. Dia melihatnya dengan penuh perasaan. Kemudian dia lihat mataku.
“kecil ya sri?” tanyaku padanya. Memang otongku gak besar. Hanya 14,5cm saat tegang dan diameternya cm 3,2cm.
“iiiihhh .. lucuu. Kepalanya gede”. Jawabnya sambil senyum dan terus menatap otongku. Memang punyaku batang penisnya kecil, Cuma kepala penisnya gede. Lebih besar dari batang nya.
“dipegang ya sri.. sambil lihat” ucapku padanya,
“he’em..” jawabnya, kini kami melihat lagi ke layar monitor.

Kini tangan kananku ku angkat, dengan sigap dia semakin dekat dan kurangkul dia dengan segera. Saat itu juga, otongku ditangannya mulai digerakan dengan lembut keatas dan kebawah. Sedikit demi sedikit naik turunnya makin jauh…
Kurasakan sensasi yang luar biasa untuk pertamakalinya dalam sejarah hidupku. Benar benar kurasakan senti demi senti tangannya mengurut otongku naik turun. Sangat berbeda saat dipgang sendiri dengan dipegangin sama wanita. Luuuarr biasaaaa..
Aku sudah merasakan pejuh ku mulai naik menjalar diotongku
5 menit sudah kita dalam posisi itu. Kini otongku mulai terbiasa dengan rasa nikmat digenggaman tangan bisadari berbaju merah itu. Pipinya di kananku mulai ku kecup, belakang telingan ku gerayangi dengan bibirku.
“aaaahhhh…eeemmmmhhh.” Dia mendesah tipis, senyum nya mulai hilang, berganti menjadi raut wajah merasakan kenikmatan yang sama dengan yg aku rasakan. Semua terjadi bergitu saja dengan instingku.
Kini kocokannya semakin cepat. Otongku makin gak karuan, pejuhku terasa mulai penuh dikepala penis.

“sri.. punya ku hampir keluar” jawanku ke dia,
“haaa… iya pooo” jawab nya.
Dia makin cpat menngocok otongkku. Tiba tiba pejuh tak dapat dibendung lagi. Terus ku coba kutahan,
“ srii .. srii … eeeeehhhhhrgg” .. cruut cruuuuttttt jebol sudah keperjakaanku ditangan sri.
Kuhitung 7x semburan pejuh keluar dari mulut otongku. Bersama semburan itu pula kenikmatan sampai diubun ubun kepala kurasakan. Nafas kutahan sekuatnya, karena semakin nafas kutahan smakin nikmat kurasakan. Saat bergerak keluar pejuhnya, sungguh nikmat kurasakan.
Tangan sri juga terkena pejuhku …

“iiidiiii…nyemprot” ucapnya sambil senyum.
“aahhh aaaahhh … “ ku tata pernapasanku.
“enak banget sri .. ru pertama kali kurasakan sama kamu sri” .. ucapku curhat perasaan pertama ku.
“hihiiii…” dia cm senyum.

Kini dia mengambil tisu basah dalam tasnya. Dengan hati hati dia membersihkan pejuhku di kepala penis dan ditangannya.
Seluruh batang penis tak luput dari usapannya.

Kini sudah bersih. Aku berpikir mungkin seperti sudah selesai. Nimkmatnya tiada tara.
Tetapi ternyata itu blm selesai. Otongku mulai lunglai karena sudah menyembur tadi. Pikirku sama seperti di kamar mandi, sekali keluar ya sudah. Beres.

“gantii film nya .. “ ucapnya..
“oke..”
Di masih tetep deket dengan ku, dan ku rangkul lagi dia.
Ternyata di pegang lagi otongku yg mulai layu, dikocok lagi dengan hati2. Kali ini rasanya berbeda.
Kucoba tetap mersakan setiap kocokannya. Kucoba mencari dimana titik nikmat nya.
10 menit berlalu. Ku kira dia sudah capek kocok otongku.
“capek sri?” tanyaku kedia,
“egak kok…” jawabnya sambil tetap cekatan mengkocok otongku.
Makin lama ternyata bisa berdiri kembali walaupun gak maksimal seperti pertama.
Sambil melihat video, pass video tersebut adegan mengulum penis pasangan.

“Sri …” kupanggil namanya seraya mengacungkan layar monitor. Kini kami saling menatap dan senyum.
Tanpa dikomando dia mulai membungkuk ke arah otongku yang mulai bangun lagi.

Seperti yg aku kehendaki dari nya. Dia mulai mengecup kepala penisku. Perasaan nikmat yang berbeda lagi lagi kurasakan dari mulutnya. Dia memutar mutar bibirnya serasa mengecup otongku. Tangan kananya tetap memegang batang otongku.
Sri sedikit membuka mulut dan mulai menjilat jilat kpala otongku. Nikmat yang semakin naik kurasakan. Jilatan lidahnya sangat cermat dalam menjamahi setiap mili kpala otongku yang gede bak jamur itu.

2 menit sudah berlalu kurasakan itu
Tiba tiba sri bangun dr bungkukannya. Apakah sudah bosan??

“knpa sri.. udah bosen?”tanyaku,
“aaahhh…egak” diajawab masih seperti tadi. Mesum nya luwar biasa.
Tangannya tiba2 menuju kanciing bajunya dan menatapku sambil memberikan aba2 tanganku untuk membukanya.
Kini tanganku mulai bergrak. Ku buka 3 kancing bajunya. Ternyata dia tak memakai pakaian dalam, langsung terlihat bra putih nya. Memang susu nya gak besar. Terlihat dari belahanya yg gak terlihat.

“mas.. pegangin to”. Suruhnya padaku. Tangannya lagi2 mengocok otongku.
Kini kedua tanganku bergerak ke arah susu Sri. Perlahan ku naikkan bra nya dan sejurus itu juga, terlihat sudah bundaran susu nikmat dan mulai ku putar2 dalam genggaman kedua tanganku. Putingnya warna merah agak hitam disekitarnya dan mengeras. Ku tekan tengan jari sambil ku remas remas.

Sri mulai memejamkan mata. Tangannya terus mengocok otongku.
“eeemmmh. ..srrhhhh…aaaaahh” desah sri.
“remes mass…… aaaaaaaahhhhh” desahnya makin menjadi jadi
Tanganku juga merasakan sensasi yang luar biasa ketika meremas susu. Kenyal lembut dan .. addduuuhhh..susah untuk diceritakan, meski susu Sri tak besar. Tapi bentuknya memanjang kebawah.

3 menit sudah kita lakukan bersama sama waktu itu. Kemudian mulai ku kecup bibirnya. Dan kami saling buka bibir dan adu lidah didepan komputer yang menjadi saksi bisu kenikmatan dua insan yang saling diselubungi hawa nafsu.

“mas .. ajari donk,, aku kan masih blm bisa” katanya,
“ah masa..udah pinter gini kok” jawabku sambil tak percaya kalau dia juga baru pertama kali.
“gimana otongku menurutmu sri… kecil ya” tanyaku ke dia,
“lumayan kok massss…. Lucu…gede itunya, kpalanya, imut imut deh” pungkas dia seraya memujiku,
‘ooh .. tak kira kecil” jawabku

Dia berhenti mengocok otongku.
“mas dimundurin donk kursinya,.?” Surunya padaku,
“oke.mo ngapa?” tanyaku balik,
Tanpa pikir panjang kumundurkan kursiku. Dia langsung jongkok didepan otongku, kini kedua tangannya memegang batang otongku, apa yang ku lihat bukan kepalang.
Dia membuka lebar lebar mulutnya, lalu otongku yang sudah ngaceng ini dilahapnya dikit demi dikit. Terlihat Sri masih amatiran. Dia menata mulutnya supaya giginya gak menyentuh batang otongku.
Dikit demi sedikit otongku masuk semua di mulutnya, ya kan… otongku gak panjang, cm 14,5 cm dan diamater 3,2cm.
Dia sedikit tersedak dan kepala otongku ternyata sudah mentok kebelakang, dia mulai menutup bibirnya dipangkal otongku. Perlahan dia menarik kepalanya dan menyedot otongku.
Uuuuuuhhhh….. aku mendesah , sensasi rasanya tiada duanya, enak nya dimanjain mulut.dia menarik kpalanya sampe batas kpala penis, dan kembali maju dan mundur dengan perlahan lahan..
Otongku merasakan kuluman yang dahsyat, hangat dimulutnya dan merasa nikmat ditarik olehnya.

Ternyata Sri memang baru belajar, sesekali giginya kadang menyentuh bagian blakang kpala otongku.
Perlahan dia percepat gerakannya. Ku hanya bisa pasrah melawan Sri.

“srii… enak banget … lebih cepet donk sri” ucapku ,
Sri berhenti mengulum “hehe…iyaaa paaa”, jawabnya. Dan dia lanjutkan kembali dengan kcepatan penuh.. geleng geleng bukan kepalang ku dibuatnya. Sungguh servis yang maksimal dr seorang amatiran.

Gak tau berapa lama momen ini.Sri berhenti mengulum kemudian dia duduk dipaha kananku. Dia singkapkan baju dan branya, tepat sekarang susu Sri dihadapkanku. Tanpa arahan langsung ku kecup dan kusedot putting sri perlahan dan makin kenceng sambil susu Sri satunya ku remas remas..

“eehhh … aaaaaahhh mmm ..eeemmmmmhhh” enak mas enak,
“teruuusss masss…eeeemmmmh”,
Kedua tangan sri mencopot sabuk dan membuka kancing jeans nya dan resleting diturunkan. Kali ini tanganku digapainya dan digiring ke memek sri. Jembutnya masih lebat nan ranum.
Pertama kali aku memegang memek wanita.

“sri ..udah becek memekmu sri,” .ucapku sambil memegang memek beceknya.
“hheeeemmmhhh… sedot lagi to mas susu sri..” ucap dia gak mau disela waktu menikmati lidahku disusunya.
“mas sambil dimainin itil ku..” kata sri
 
Kumasukkan sedikit jadiku kedalam belahan memek Sri. Gak tau benar apa tidak klo Sri memang baru kali ini bersetubuh.
Jariku agak sedikit kutekan kumasukkan kedalam lobang memek sri. Sempit sekali rasanya. Aku gak mau ketrusan. Takutnya keluar darah keprawanan. Aku masih bertekad gak mau mengambil kprawanan Sri. Kucari dan kumainan bagian atas belahan memek Sri.

“aaaaaaahhhhhhhhh….eeeeggghhhhhh eeeehhh”, desahan Sri makin beringas, tubuhnya agak kelonjotan, matanya betul2 terpejam merasakan kenikmatan.

Tak beberapa lama kemudian.

“mas…masukin itunya.. yg unyu2 ke memek Sri” .. pinta sri dengan desahannya padaku,
“masukin?.. tp kan aku bukan pcr mu sri?” tolakanku dengan halus,
“hallaaaahh…masukin..” paksa Sri,

Gak beberapa lama, HP Sri berbunyi, ada telepon dr kakak nya suruh pulang ada acara mendadak

“addduh malah ada cara je mas” kata Sri padaku,
“acara apa ..?” kupasang raut wajah kecewa, padahal sebenarnya egak. Malah kebetulan. Q gak jadi ambil kprawanan Sri. Kecewa tapi Senang. :D
“mo anter mbak e…” jawab Sri.
“ya udah..klo gtu gegas pulang..” jawabku

Kami bergegas bersihkan dan merapikan baju dan celana. Sri akhirnya pamit.

“mas..maaf ya,..lain kali lagi…” ucap Sri.
“halah..santai saja…gk usah khawatir” jawabku.
“ya dah,.Sri pulang dulu” .

Sri pamit sambil salaman dan mengecup tanganku..

Tiap jengkal langkah Sri kupandangi. Seolah tak percaya atas apa yang kami alami berdua. Kuingat terus waktu awal mula masuk ruangan sampai dia pulang. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Pantes pada rajin berburu WP, ternyata servis birahi emang luar biasa enak.

Sekian dulu pengalaman pertama ku. Ini Real Story ku bersama Sri. Masih ada pengalaman lain ku, yang akan kuceritakan lain waktu.

-    Pertemuan Ke 2 ku dengan Sri, ditempat yang sama, saling mncurahkan Birahi. (2012)
-    Dibawah pohon pandan, ku bercurah kasih (2012)
-    Curhatanku pada teman kekasih yang ternyata Shemale (2012)
-    Akhirnya ML sama Sri setelah dia Nikah. Part 1 (2013)
-    Akhirnya ML sama Sri setelah dia Nikah. Part 2 (2013)


 


  • Partagas likes this

#2 badwi

badwi

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 22 posts

Posted 05 June 2017 - 12:02 AM

lanjuutkan... mantap kisahnya, shu..

#3 Kardito

Kardito

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 3 posts

Posted 05 June 2017 - 03:47 AM

lanjuutkan... mantap kisahnya, shu..

iye ni gan, lagi nyusun sama mengingat masa - masa itu ... salam lendir :D



#4 bojongsetro

bojongsetro

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 76 posts

Posted 19 June 2017 - 07:31 PM

Perkenalan pertamaku dengan Sri (2012)

Perkenalkan nama ku Kardito. Umur ku 23thn, wajahku biasa saja, badan ku juga kurus. Aku bekerja di sebuah instansi pendidikan menengah pertama (SMP – red) dikota x, bertugas hanya sebagai prajurit sekuriti malam hari. Memang awalnya serasa berat, sudah kerjanya malam hari, gaji dikit sebagai HR (honorer – red), tapi kisahku dimulai dari sini. Meski penghasilan tak seberapa, tapi peluang sekecil apapun tak ku sia-siakan. Perawakan gadis – gadis SMP yang mulai beranjak Remaja yang sedap dipandang, apalagi pakainnya masih putih biru rok sedengkul dan lengan baju diatas siku. Kemanapun mata memandang tetap saja memanjakan mata. Bentuk tubuh mereka terus saja terangan – angan sampai pulang kerumah. Itu pun tak kusia siakan. Kujadikan khayalan untuk pemoles rasa saat ritual dikamar mandi. Hehe.. sampai disuatu ketika, pengalaman bersama lulusan tempat kerjaku pun terjadi. Untuk pertama kalinya aku merasakan angan – angan ku itu menjadi nyata. Simak ya, this is ‘Real Story’!

Saat ini aku sudah bekerja 5 tahun. Berbagai model bocah – bocah tengil sudah kutemui disini. Sayang, peraturan semakin berkembang. Saat ini pakaiannya sudah serba tertutup. Tapi ntah mengapa, malah makin membuatku penasaran seperti apa isinya. Trutama buat bocah yang bongsor. Bokongnya yang semok, dan susunya yang sudah membulat penuh tantangan.

Suatu sore hari, HP ku berbunyi, notofikasi FB masuk, ada message dari Sri (Nama samaran). Obrolan pun mulai terjadi :
“ini mas kardito yang kerja di SMP to?”, tanya Sri,
“iya, ni siapa” kubalik bertanya,
“aku murid situ dulu kok, mosok lupa”,
“ya msok tiap bocah aku hapal, lak yo egak to?” jawabku,
“q sri, lulusan taun 2009” jawabnya,
“aemboh, lupa. Hahaha”..
-    Sekip –
Karena waktu udah mulai gelap dan saatnya ku bertugas menyalakan lampu penerangan, aku pamitan dan minta nomer hp nya. Modus dikit. Eh..gak taunya dikasih beneran sama Sri.

Tak terasa isya sudah tiba, setelah kembali dari masjid ku coba beranikan diri sms ke no Sri yang telah ku kantongi tadi. Tak ada harapan apapun yang ada dibenakku, Cuma penasaran saja sama Sri yang ngakunya mantan murid skolahku ini.

“hello Sri”, sms isengku,
“hela juga, sudah gx sibuk po?,
“ah ,., sudah tidak, ini lagi duduk duduk saja. Eh kamu kelas brp dulu, kok tahu aku”? ku mulai korek identitasnya,
“aku kelas A dulu, jelek orangnya” jawab dia merendah,
“benar. Benar benar lupa maksudnya”,
“hahaha ya wis. Pulsa habis. Dah dlu ya, bye” pungkas dia.

Ntah kenapa aku ingin sms dia terus serasa gak mau kehilangan irama, mengingat aku masih lugu tak tau apa apa ini. Dalam hatiku pun bertanya, apakah ini perasaan ketertarikan dengan lawan jenis. Jarang banget ada yang sms begini dari cewek.

Ku langsung sms kawan, hutang pulsa untuk ngisikan nomer si Sri  yang katanya habis tadi. Setelah selesai diisikan. Ku segera sms dia lagi. Sms pun berlanjut.

“pulsanya masuk ndak?” sengaja kumulai pancing sms nya,
“eh kamu po yg ngisikan?” tanya padaku,
“hehe iya, mumpung ada rajeki, diterima ya”
“oh iya , makasih ya” jawabnya.

Sambil ada sms masuk notifikasi dapat 1000 sms gratis, yang tak kan kubiarkan habis bgitu saja. Ku sudah berniat akan terus sms dia.

Sms ngalor ngidul dan seabrek pertanyaan saling lempar dan saling jawab. Tak terasa hampir jam 10 kita terus sms.

“dah ngantug blm?” tanyaku padanya,
“blm e. kamu” jawab dia,
“blm juga, kapan – kapan ke sekolah sini, maen gitu, ada hotspot gratis kok,” tanyaku sambil memancing Sri agar ku tau siapa dia sebenarnya.
“emm.. oke mnggu aja gmna, pagi. Aku gak kerja kok” jawabnya.
“oke siap, jam 8 ku tunggu disini ya” agak berdebar baca balesan dia yang menyutujui ajakan ku, perasaan seneng tiba tiba muncul dihatiku, apa ini cinta, apa ini bukan? Perasaan ini susah hilang sampai terbawa tidur.

Hari minggu pun tiba. Acara yang kunantikan akhirnya tepat didepan mata. Ku tunggu dia di depan gedung sambil duduk menghadap pintu gerbang.

Tak berselang lama, pengendara wanita melintas sambil menengok kedalam gedung. Dia memakai FU dan berkendara pelan. Setelah dia melihatku dia putar balik dan masuk gedung sambil melempar senyum tipis kepadaku. Dalam balik helemnya ku ingat – ingat wajah itu murid sini dulu kelas A, benar – benar lupa aku.

Setelah sampai didepan gerbang, dia memarkir kendaraan nya. Helm dia lepas. Setelah terlihat mukanya, q coba ingat – ingat lagi. Tapi tetap saja ku gak ingat. Mungkin dulu bukan masuk nominasi untuk bahan bacol ku di kamar mandi. Tetapi kali ini berbeda. Setelah 4 tahun berlalu semuanya berubah. Wajahnya cantik, rambutnya panjang lurus terurai, tubuhnya sudah mulai berbentuk. Kulitnya coklat muda, pahanya besar, boksong nya semok dan masih kencang, gede abis, terlihat jelas karena dia pakai jeans ketat, lenganya kenceng, susunya memang gak besar, tetapi bagiku sudah cukup menjelaskan kalau didalamnya tersimpan barang yang kenyal. Kancing baju merahnya semua rapat tanpa ada celah yang bisa membuatku berpikiran aneh – aneh.

Cantik. Ucapku dalam hati ini. Dia berjalan menuju kearahku. Ku terus memandangi wajahnya yang cantik dan sambil tersenyum berjalan kearahku. Bbirnya merah, cara jalannya juga agak tertatih tatih. Kusalami dia sambil tanya kabar.

“ini Sri ya” tanyaku,
“iya, gmana kabarnya?” tanya dia padaku. Suaranya serak serak basah,
“baik, gmna kabarmu?, tanya ku,

Sambil kita berbincang bincang kuterus tanya bab dia, dia melanjutkan dimana seletah dia SMP, sampai sekarang dia kerja apa. Sampai dia mengeluh tentang HP nya yang hampir penuh isi memorycard nya.

“bisa benerin HP. Kepenuhan” tanya nya sambil menyodorkan HP nya,
“tak coba dulu, tapi butuh komputer, komputernya didalam kantor. Mau ikut apa tunggu disini? Tanyaku. Kasihan juga kalau kudu nunggu,
“ikut” sautnya.
“oke tunggu sebentar”. Tak kunci gerbang dulu, biar aman. Banyak kendaraan soal nya.

Setelah selesai, ku ajak dia ke ruangan kantor. Kantor nya agak luas, berteralis besi dan minim jendela karena ruangan ber AC. Ku ajak dia masuk.

“aku masuk ya” tanya dia sambil menutup pintu.
“oke” jawabku sambil kaget, kenapa harus nutup pintu segala? Ah paling dia sadar ni ruang AC jadi harus ditutup.

Aku duduk di depan komputer, dia duduk disampingku yang kebetulan 2 kursi berjajar. Dalam hati ku senang sekali karena keadaanya berpihak kepadaku. Saat ini masih belum terlintas dipiranku tentang hal – hal asyik saat berdua bersama seorang cewek. Wajar saja ku kan masih lugu sekali. Hehe

Ku colokkan HP nya di komputer, dan kuliat isi memorynya yg penuh itu. Betapa kaget aku dibuatnya. Ternyata isinya video porno durasi pendek banyak banget. Sambil melongo kaget, jantungku berdetak kencang! Bertanya tanya apa ini beneran!

“e..lha buset .. ini isinya banyak video BF e Sri” kutanya dia agak nada tinggi, karena kaget, sambil bingung karena salah tingkah. Dalam batinku , apa betul kalo dia suka nyimpen video ginian,
“iya e, dihapus saja. Sudah bosen aku” . sahut nya dg nada pelan dan lembut. Sambil senyum lagi,
“oke kuhapus ya.. hehe.. gak dilihat dulu” cetusku sambil senyum. Agak keringetaan sebenarnya.
“ahh….. kamu. Bisa aja” dian mnjawab dg lirih dan lembut sambil memegang tanganku,

Busset dah. Aku tambah panas dingin dibuatnya. Jantungku semakin berdebar – debar. Perasaan ku agak kacau, seneng, bingung bercampur aduk dalam pikiranku. Kurasakan pula otongku malah sedikit berontak agak mengeras meski belum keras penuh. Hehe. Ini pertama kalinya aku sedikit nafsu saat didekati cewek.

“eh . bukain web porno donk, yang indo” tanya dia pdaku,
“haa… ?? “ jawabku heran,
“haaaaallaaaahhh.. mosok gak tau” jawabnya. Suara nya kian lembut dan lirih. Tatapannya seraya menghipnotis ku agar ku jatuh pada rayuan mautnya.
‘okeee..”, ku ketik segera alamat web yang sudah biasa menemaniku ditiap harinya selalu menghiburku,

Perasaan makin bergejolak dam jiwa. Aku duduk tidak tenang, pikiran kemana mana.

“aku buat minum dulu ya, kamu lihat2 saja dulu”, ucapku padanya.
“iya”. Kini dia lihat sendiri web itu.

Aku bergegas ke dapur membuatkan teh buat dia. Kulihat kecermin, wajahku pucat pasi, agak memerah. Perasaan pertama saat bertemu cewek aneh menurutku. Berkali kali aku cek keadaan kantor yang kosong dengan pintu gerbang terkunci. Memastikan supaya gak ada org lain yang yang mau masuk.

2 gelas teh manis siap tersaji. Kubawakan dengan baki. Ku masuk ke ruangan, kulihat dia masih asik melihat vedo dewasa. Kubawakan dia teh nya sambil keletakkan dimeja depan komputer. Ku kumpulkan keberanian untuk duduk disampingnya lagi.

Makin salah tingkah aku disampingnya. Sambil kutawari minum padanya.

“minum dulu, mumpung masih hangat”, sambil kulihat dia tak bersuara, matanya terus menatap layar.

Sekitar 10 mnit sudah kita sama – sama melihat video dewasa. Kami duduk saling diam. Sambil fokus pada video. Kuberanikan bertanya soal video itu.

“gak sakit pa ya digituin?” tanya ku,
“gak tau.. kyk nya egak” jawab dia tanpa melihat wajahku.
“mang kamu pernah begituan?? . tanyaku ke dia. Aku agak sedikit takut. Takut dia marah saat ku tanya itu,
“belum … “ sponta jawabnya. kali ini dia melihatku sambil tersenyum kepadaku,
“ah masa..” jawabku sambil cengengesan.
“ah … bener lah” jawabnya lagi. Dia jawab sambil menepuk pahaku. Seketika aku kaget sekaligus senang. Otongku makin mengeras. Tiba – tiba celana berasa sempit karena makin berdiri. Celakanya otongku terjepit. Jadi agak terasa pegel.

Ku kembali duduk terdiam. Merasapi apa yang telah terjadi. Aku tak mikir apa apa. 5 menit sudah berjalan. Tangan kirinya yang berada diatas pahaku makin kencang memegang. Dia sedikit terbawa suasana juga akhirnya.

“kenapa …” tanyaku padanya,
“gpp.. eh itu dikopi ke HP donk”.. pinta dia kepadaku,
“oke .. agak lama, karena filenya agak gde..” jawabku,
“aaaahhhh lama. Sambil lihat yang laen …” cetusnya.
“okelaaah …” jawabku kembali.

Kali ini dia duduk lebih dekat lagi padaku. Paha kita tak terasa sudah menempel lengan juga saling menempel. Meski masih berbaju dan bercelana lengkap. Aku sudah merasakan badanku agak naik suhunya, otongku makin pegel karena terjepit dan terus mengeras, jantung berdetak makin kencang.

Menit makin menit kita sama sama meihat video dwasa itu. Duduk dia makin rapet lagi padaku. Hingga lengan kenyal nya sangat terasa menempel. Dia mulai bersuara,

“kamu pernah begituan ??” tanya dia padaku ,
“ah ya belum lah.. aku gk punya pacar” jawabku serius sambil menahan pegel,
“oooooh… sama”, jawabnya makin lebut dan serasa mendesah,
“kenapa … pengen ya” sambil ku lempar senyum ku padanya,
 Dia mengangguk angguk sambil tersenyum dan kali ini dia memegang pahaku dan mencengkeram dengan kedua tangannya.
Aku Cuma tersenyum tipis sambil melihat matanya. Tak terasa kita sama sama nafsu sekarang.
5 menit berlalu. Otongku makin pegel karena sekrang sudah keras maksimal tapi tertekuk dan terjepit dicelana.

“ah kamu itu, ni kan punya berdiri” curhatku padanya karena gk kuat menahan pegel. Aku gak berani mengoraksi arah otongku, karena malu.
“aaahhh .. yg bener” jawabnya dengan desahan mautnya.

Aku gak berani melihat matanya, aku terus fokus ke layar. Tiba – tiba saja aku tersentak. Tangan kirinya mulai berjalan meraba otongku meski masih bercelana.
Sensasi yang luar biasa kurasakan saat otongku diraba raba olehnya. Tangannya mencoba meraba menyusuri lekuk otongku dicelana yang membengkok karena terjepit.

“eehhhh … kejepit itu lho” kataku padanya,
“hihihiii … ho’o” jawabnya sambil senyum dan tangan kanannya terus mencengkeram pahaku.
“kasihan lah.. tolong dibenerin” jawabku. Kali ini aku memang memberanikan diriku. Karena nafsuku sudah tak ketulungan lagi.
“iyaa.. manaaaa..” suaranya makin lembut lagi.
“ya buka sendiriii…” jawabku sambil kulempar senyum.
Kini tubuhku sedikit kurebahkan sambil mempersilahkan dia untuk membuka sabuk dan resletingku.
Tangan kanan nya berhenti mencengkeram. Dan kedua nya kini mulai sigap mencopot sabukku.
Ku lihat mata dan senyumnya. Lidah dan bibirnya makin menantang, karena sambil dia agak mendesah lirih.
Sabuk mulai lepas, kancing clana juga sudah dibuka. Resleting sudah diturunkan. Kini celana dalam ku sudah mulai terlihat dan otongku yang tertekuk sudah terlihat dari cetakan kain celdam.
Tangan kirinya membuka celana dalam dan tangan kanannya dengan sigap segera memegang otongku yg tertekuk. Posisi agak ku koreksi miring dikit karena biar mudah diluruskan.
Sensasi yang luar biasa karena kulit penisku pertama kali disentuh oleh tangan seorang wanita. Baru disentuh saja sudah kurasakan nikmat yang begitu berasa sekali. Otot dan kulit otongku sangat terasa sekali di genggaman tangannya..

“uuuuhhhh…” desahnya sambil melihat dan memegang ontongku dengan tangan kanannya.
Dia pegang otongku dengan lembut. Dia melihatnya dengan penuh perasaan. Kemudian dia lihat mataku.
“kecil ya sri?” tanyaku padanya. Memang otongku gak besar. Hanya 14,5cm saat tegang dan diameternya cm 3,2cm.
“iiiihhh .. lucuu. Kepalanya gede”. Jawabnya sambil senyum dan terus menatap otongku. Memang punyaku batang penisnya kecil, Cuma kepala penisnya gede. Lebih besar dari batang nya.
“dipegang ya sri.. sambil lihat” ucapku padanya,
“he’em..” jawabnya, kini kami melihat lagi ke layar monitor.

Kini tangan kananku ku angkat, dengan sigap dia semakin dekat dan kurangkul dia dengan segera. Saat itu juga, otongku ditangannya mulai digerakan dengan lembut keatas dan kebawah. Sedikit demi sedikit naik turunnya makin jauh…
Kurasakan sensasi yang luar biasa untuk pertamakalinya dalam sejarah hidupku. Benar benar kurasakan senti demi senti tangannya mengurut otongku naik turun. Sangat berbeda saat dipgang sendiri dengan dipegangin sama wanita. Luuuarr biasaaaa..
Aku sudah merasakan pejuh ku mulai naik menjalar diotongku
5 menit sudah kita dalam posisi itu. Kini otongku mulai terbiasa dengan rasa nikmat digenggaman tangan bisadari berbaju merah itu. Pipinya di kananku mulai ku kecup, belakang telingan ku gerayangi dengan bibirku.
“aaaahhhh…eeemmmmhhh.” Dia mendesah tipis, senyum nya mulai hilang, berganti menjadi raut wajah merasakan kenikmatan yang sama dengan yg aku rasakan. Semua terjadi bergitu saja dengan instingku.
Kini kocokannya semakin cepat. Otongku makin gak karuan, pejuhku terasa mulai penuh dikepala penis.

“sri.. punya ku hampir keluar” jawanku ke dia,
“haaa… iya pooo” jawab nya.
Dia makin cpat menngocok otongkku. Tiba tiba pejuh tak dapat dibendung lagi. Terus ku coba kutahan,
“ srii .. srii … eeeeehhhhhrgg” .. cruut cruuuuttttt jebol sudah keperjakaanku ditangan sri.
Kuhitung 7x semburan pejuh keluar dari mulut otongku. Bersama semburan itu pula kenikmatan sampai diubun ubun kepala kurasakan. Nafas kutahan sekuatnya, karena semakin nafas kutahan smakin nikmat kurasakan. Saat bergerak keluar pejuhnya, sungguh nikmat kurasakan.
Tangan sri juga terkena pejuhku …

“iiidiiii…nyemprot” ucapnya sambil senyum.
“aahhh aaaahhh … “ ku tata pernapasanku.
“enak banget sri .. ru pertama kali kurasakan sama kamu sri” .. ucapku curhat perasaan pertama ku.
“hihiiii…” dia cm senyum.

Kini dia mengambil tisu basah dalam tasnya. Dengan hati hati dia membersihkan pejuhku di kepala penis dan ditangannya.
Seluruh batang penis tak luput dari usapannya.

Kini sudah bersih. Aku berpikir mungkin seperti sudah selesai. Nimkmatnya tiada tara.
Tetapi ternyata itu blm selesai. Otongku mulai lunglai karena sudah menyembur tadi. Pikirku sama seperti di kamar mandi, sekali keluar ya sudah. Beres.

“gantii film nya .. “ ucapnya..
“oke..”
Di masih tetep deket dengan ku, dan ku rangkul lagi dia.
Ternyata di pegang lagi otongku yg mulai layu, dikocok lagi dengan hati2. Kali ini rasanya berbeda.
Kucoba tetap mersakan setiap kocokannya. Kucoba mencari dimana titik nikmat nya.
10 menit berlalu. Ku kira dia sudah capek kocok otongku.
“capek sri?” tanyaku kedia,
“egak kok…” jawabnya sambil tetap cekatan mengkocok otongku.
Makin lama ternyata bisa berdiri kembali walaupun gak maksimal seperti pertama.
Sambil melihat video, pass video tersebut adegan mengulum penis pasangan.

“Sri …” kupanggil namanya seraya mengacungkan layar monitor. Kini kami saling menatap dan senyum.
Tanpa dikomando dia mulai membungkuk ke arah otongku yang mulai bangun lagi.

Seperti yg aku kehendaki dari nya. Dia mulai mengecup kepala penisku. Perasaan nikmat yang berbeda lagi lagi kurasakan dari mulutnya. Dia memutar mutar bibirnya serasa mengecup otongku. Tangan kananya tetap memegang batang otongku.
Sri sedikit membuka mulut dan mulai menjilat jilat kpala otongku. Nikmat yang semakin naik kurasakan. Jilatan lidahnya sangat cermat dalam menjamahi setiap mili kpala otongku yang gede bak jamur itu.

2 menit sudah berlalu kurasakan itu
Tiba tiba sri bangun dr bungkukannya. Apakah sudah bosan??

“knpa sri.. udah bosen?”tanyaku,
“aaahhh…egak” diajawab masih seperti tadi. Mesum nya luwar biasa.
Tangannya tiba2 menuju kanciing bajunya dan menatapku sambil memberikan aba2 tanganku untuk membukanya.
Kini tanganku mulai bergrak. Ku buka 3 kancing bajunya. Ternyata dia tak memakai pakaian dalam, langsung terlihat bra putih nya. Memang susu nya gak besar. Terlihat dari belahanya yg gak terlihat.

“mas.. pegangin to”. Suruhnya padaku. Tangannya lagi2 mengocok otongku.
Kini kedua tanganku bergerak ke arah susu Sri. Perlahan ku naikkan bra nya dan sejurus itu juga, terlihat sudah bundaran susu nikmat dan mulai ku putar2 dalam genggaman kedua tanganku. Putingnya warna merah agak hitam disekitarnya dan mengeras. Ku tekan tengan jari sambil ku remas remas.

Sri mulai memejamkan mata. Tangannya terus mengocok otongku.
“eeemmmh. ..srrhhhh…aaaaahh” desah sri.
“remes mass…… aaaaaaaahhhhh” desahnya makin menjadi jadi
Tanganku juga merasakan sensasi yang luar biasa ketika meremas susu. Kenyal lembut dan .. addduuuhhh..susah untuk diceritakan, meski susu Sri tak besar. Tapi bentuknya memanjang kebawah.

3 menit sudah kita lakukan bersama sama waktu itu. Kemudian mulai ku kecup bibirnya. Dan kami saling buka bibir dan adu lidah didepan komputer yang menjadi saksi bisu kenikmatan dua insan yang saling diselubungi hawa nafsu.

“mas .. ajari donk,, aku kan masih blm bisa” katanya,
“ah masa..udah pinter gini kok” jawabku sambil tak percaya kalau dia juga baru pertama kali.
“gimana otongku menurutmu sri… kecil ya” tanyaku ke dia,
“lumayan kok massss…. Lucu…gede itunya, kpalanya, imut imut deh” pungkas dia seraya memujiku,
‘ooh .. tak kira kecil” jawabku

Dia berhenti mengocok otongku.
“mas dimundurin donk kursinya,.?” Surunya padaku,
“oke.mo ngapa?” tanyaku balik,
Tanpa pikir panjang kumundurkan kursiku. Dia langsung jongkok didepan otongku, kini kedua tangannya memegang batang otongku, apa yang ku lihat bukan kepalang.
Dia membuka lebar lebar mulutnya, lalu otongku yang sudah ngaceng ini dilahapnya dikit demi dikit. Terlihat Sri masih amatiran. Dia menata mulutnya supaya giginya gak menyentuh batang otongku.
Dikit demi sedikit otongku masuk semua di mulutnya, ya kan… otongku gak panjang, cm 14,5 cm dan diamater 3,2cm.
Dia sedikit tersedak dan kepala otongku ternyata sudah mentok kebelakang, dia mulai menutup bibirnya dipangkal otongku. Perlahan dia menarik kepalanya dan menyedot otongku.
Uuuuuuhhhh….. aku mendesah , sensasi rasanya tiada duanya, enak nya dimanjain mulut.dia menarik kpalanya sampe batas kpala penis, dan kembali maju dan mundur dengan perlahan lahan..
Otongku merasakan kuluman yang dahsyat, hangat dimulutnya dan merasa nikmat ditarik olehnya.

Ternyata Sri memang baru belajar, sesekali giginya kadang menyentuh bagian blakang kpala otongku.
Perlahan dia percepat gerakannya. Ku hanya bisa pasrah melawan Sri.

“srii… enak banget … lebih cepet donk sri” ucapku ,
Sri berhenti mengulum “hehe…iyaaa paaa”, jawabnya. Dan dia lanjutkan kembali dengan kcepatan penuh.. geleng geleng bukan kepalang ku dibuatnya. Sungguh servis yang maksimal dr seorang amatiran.

Gak tau berapa lama momen ini.Sri berhenti mengulum kemudian dia duduk dipaha kananku. Dia singkapkan baju dan branya, tepat sekarang susu Sri dihadapkanku. Tanpa arahan langsung ku kecup dan kusedot putting sri perlahan dan makin kenceng sambil susu Sri satunya ku remas remas..

“eehhh … aaaaaahhh mmm ..eeemmmmmhhh” enak mas enak,
“teruuusss masss…eeeemmmmh”,
Kedua tangan sri mencopot sabuk dan membuka kancing jeans nya dan resleting diturunkan. Kali ini tanganku digapainya dan digiring ke memek sri. Jembutnya masih lebat nan ranum.
Pertama kali aku memegang memek wanita.

“sri ..udah becek memekmu sri,” .ucapku sambil memegang memek beceknya.
“hheeeemmmhhh… sedot lagi to mas susu sri..” ucap dia gak mau disela waktu menikmati lidahku disusunya.
“mas sambil dimainin itil ku..” kata sri
 
Kumasukkan sedikit jadiku kedalam belahan memek Sri. Gak tau benar apa tidak klo Sri memang baru kali ini bersetubuh.
Jariku agak sedikit kutekan kumasukkan kedalam lobang memek sri. Sempit sekali rasanya. Aku gak mau ketrusan. Takutnya keluar darah keprawanan. Aku masih bertekad gak mau mengambil kprawanan Sri. Kucari dan kumainan bagian atas belahan memek Sri.

“aaaaaaahhhhhhhhh….eeeeggghhhhhh eeeehhh”, desahan Sri makin beringas, tubuhnya agak kelonjotan, matanya betul2 terpejam merasakan kenikmatan.

Tak beberapa lama kemudian.

“mas…masukin itunya.. yg unyu2 ke memek Sri” .. pinta sri dengan desahannya padaku,
“masukin?.. tp kan aku bukan pcr mu sri?” tolakanku dengan halus,
“hallaaaahh…masukin..” paksa Sri,

Gak beberapa lama, HP Sri berbunyi, ada telepon dr kakak nya suruh pulang ada acara mendadak

“addduh malah ada cara je mas” kata Sri padaku,
“acara apa ..?” kupasang raut wajah kecewa, padahal sebenarnya egak. Malah kebetulan. Q gak jadi ambil kprawanan Sri. Kecewa tapi Senang. :D
“mo anter mbak e…” jawab Sri.
“ya udah..klo gtu gegas pulang..” jawabku

Kami bergegas bersihkan dan merapikan baju dan celana. Sri akhirnya pamit.

“mas..maaf ya,..lain kali lagi…” ucap Sri.
“halah..santai saja…gk usah khawatir” jawabku.
“ya dah,.Sri pulang dulu” .

Sri pamit sambil salaman dan mengecup tanganku..

Tiap jengkal langkah Sri kupandangi. Seolah tak percaya atas apa yang kami alami berdua. Kuingat terus waktu awal mula masuk ruangan sampai dia pulang. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Pantes pada rajin berburu WP, ternyata servis birahi emang luar biasa enak.

Sekian dulu pengalaman pertama ku. Ini Real Story ku bersama Sri. Masih ada pengalaman lain ku, yang akan kuceritakan lain waktu.

-    Pertemuan Ke 2 ku dengan Sri, ditempat yang sama, saling mncurahkan Birahi. (2012)
-    Dibawah pohon pandan, ku bercurah kasih (2012)
-    Curhatanku pada teman kekasih yang ternyata Shemale (2012)
-    Akhirnya ML sama Sri setelah dia Nikah. Part 1 (2013)
-    Akhirnya ML sama Sri setelah dia Nikah. Part 2 (2013)


 

mana lanjutanya gan? bikin kepo



#5 putramatahari

putramatahari

    Pista

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 600 posts

Posted 22 June 2017 - 09:35 PM

good job brother .. nice story i think . bener2 seperti nyata jalan cerita dan kata yg tersusun .. teng kiu

#6 cersexidn

cersexidn

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 19 posts

Posted 04 January 2018 - 06:31 PM

Kumpulan Cerita Seks berdasarkan Pengalaman Nyata Yang Diambil Dari Narasumber Aslinya dan Bukan Cerita Fiktif Belaka.
 
Update Setiap Harinya
 
Baca Disini :DAUN MUDA
 
Baca Disini :CERITA MASTURBASI
 
Baca Disini :CERITA SEDARAH
 
Baca Disini :CERITA PEMERKOSAAN
 
Baca Disini :CERITA LESBIAN
 
Baca Disini :CERITA PESTA SEKS
 
Baca Disini :CERITA PENYIKSAAN
 
Baca Disini :CERITA LAINNYA
 
Baca Disini :Live Score Bola
 
Follow juga Fanspage FacebookCERITA SEKS untuk melihat update setiap harinya[/url]


#7 botaks86

botaks86

    Mete

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 409 posts

Posted 11 January 2018 - 02:20 PM

Lanjutkan terus gan, heehe.. seru  nih =D