web counters counter stats



Jump to content


First deposit bonus

Texas Poker Situs Judi Bola Situs Judi Bola Wigo Bet Situs Judi Bola Situs Judi Bola

ingin beriklan? hubungi kami: email : megalendir@gmail.com , big.lendir@yahoo.com atau Skype : big.lendir@yahoo.com

Live Dealers Double up bonus ss ss
ss ss ss
vert
vert
Photo
- - - - -

Ngentot Olla Ramlan

cerita panas artis

  • Please log in to reply
4 replies to this topic

#1 ayamgoreng10

ayamgoreng10

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 11 posts

Posted 28 August 2017 - 02:34 PM

Cerita ini balik ke masa Olla Ramlan belum menikah.

 

 

Kusadari malam ini sungguh malam yang tak mengenakan bagiku, sejak pagi sampai malam aku luar biasa capeknya, baru menginjak jam 9 malam aku menyelesaikan pekerjaanku, namun Jakarta jam sembilan pun masih ada macet di mana. Mataku tertumbuk pada seorang wanita yang selama ini selalu bertemu denganku di gedung kantorku, di mana kantorku menyewa gedung itu selama sepuluh tahun, pesona artis satu ini selalu membuatku melayang ingin menikmati kesintalan tubuhnya. Janda satu ini selalu membuatku terpana dengan kecantikannya, tatapannya selalu membuatku teduh, belum lagi, aku merasakan ada tatapan yang beda ketika aku bertemu kesekian kalinya, seperti biasa Olla Ramlan menunggu taksi yang malam ini antrinya panjang, entah kenapa malam itu, kuberanikan diri mendekati.

 

Olla Ramlan yang menyambutku dengan tersenyum, duduk sendirian setelah ada casting dengan sebuah produksi film, yang kantornya tepat berada satu lantai dengan kantorku, tiga kali aku bertemu dengannya, dan Olla Ramlan selalu menyapaku terlebih dahulu, benih benih ketertarikan menjadi hal yang lumrah.“Malam Tante Olla “ sapaku sambil duduk, kuberikan minuman hangat yang kubeli dari sebuah mesin kopi di pojok lantai bawah itu. Petir dan hujan sudah menggelegar ketika aku turun lewat lift menuju lantai bawah itu, aku pun tertahan ndak bisa pulang jika hujan deras begini, jalanan ke rumahku pasti tergenang, aku menjadi terbiasa menginap di kantor jika ada kabar jalan pulang tidak bisa dilewati.

 

Sebenarnya sih bisa namun aku sering malas, lagian aku membawa mobil sedan, jadi agak riskan jika mobilku terendam air.“Malam juga, kawan .. gimana pekerjaanmu hari ini “ balas Olla Ramlan dengan ramah dan senyumnya yang indah itu, aku selalu terkesima dengan kecantikan satu janda ini, bagian dadanya yang menonjol itu membuatku ingin meremasnya, namun aku selalu bersikap sopan, namun otakku sendiri menjadi piktor jika bertemu dengan Olla Ramlan ini “Kapan aku kawini memekmu, Tante Olla Ramlan .. kontolku tak sabar mencoblosmu “. Dan aku sendiri tidak tahu, bahwa sebenarnya Olla Ramlan juga mengincarku.

 

“Busyet … mulus banget pahanya, kontolku ngaceng nih .. pengin malam ini aku geluti .. “ batinku dengan menatap sejenak ke paha sangat mulus itu. Kemudian aku tersenyum padanya, Olla Ramlan pun tersenyum padaku. “Mau ke kantorku sejenak .. kita bisa bebas ngobrol .. hujan makin deras dan di sini angin bertiup basah, saya kasihan kalo Tante Olla masuk angin .. “ tawarku. “Kalo aku masuk angin kamu yang harus kerokin aku ya “ goda Olla Ramlan dengan tergelak.“Oh yaa .. aku mau deh aku ngerokin Tante Olla … “ kataku dengan berdiri, namun aku tak menyangka Olla Ramlan memegang lenganku untuk berdiri, sehingga bebanku berdiri menjadi berat, sontak aku ikut tergoyang ke belakang, secepat kilat aku reflek memegang pinggang Olla Ramlan agar tidak berdebam ke kursi itu, Olla Ramlan bergelanyut di pundakku, lenganku sampai menyenggol buah dadanya yang kenyal itu, kontolku makin tak karuan ngacengnya.

 

Kurasakan keempukan dan kekenyalan buah dadanya sejenak sampai tubuh Olla Ramlan bergerak, namun justru Olla Ramlan malah menekan dadanya ke lenganku sambil tersenyum padaku, toh akihirnya kami berjalan bersama, walau tidak bergandengan tangan, aku kembali ke kantorku, untung hari ini aku ketiba jadwal piket sehingga kunci kantor yang membawa aku, kami berdua naik ke lift lagi sambil, kami saling obrol di lift itu, dari masalah pribadi sampai kantor, aku sampai bingung ketika ditanya. “Kamu sudah punya pacar belum ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya, aku hanya tersenyum saja sambil menggeleng. “Belum punya ?” tanya Olla Ramlan lagi.“Belum Tante .. “ sahutku pendek sambil membuka pintu kantor dengan kunci yang kubawa, kami berdua masuk dan ketika kututup itu, Olla Ramlan berbalik arahku, aku bersender pada pintu yang habis kututup itu.

 

Aku nekat mengatakan padanya“Aku tertarik sama Tante Olla. kataku dengan nada datar tanpa ekspresi, Olla Ramlan hanya tergelak saja karena menganggap aku masih dianggap bercanda. Aku pun kemudian menuju ke ruang tamu kantor yang bersofa mewah itu, kubuka lemari kecil di mana menyimpan minuman hangat, wine yang kutawarkan membuat Olla Ramlan menjadi tersenyum“Nah itu .. yang kusuka .. thank’s. “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, aku menatapnya penuh arti, namun aku selalu menangkap basah mata jalang Olla Ramlan yang mencuri curi pandang ke selakanganku. Namun aku ragu memulai, aku akan membuat situasi agar Olla Ramlan yang memulai.

 

Dua tenggak gelas kecil itu membuatku agak rileks, aku kemudian berpura pura pusing sambil memijit mijit bagian dekat alis mataku“Kamu pusing ?” tanya Olla Ramlan dengan memijati pundakku. “Iyaaa “ kataku bohong yang beralasan agar tubuh wangi itu mendekat dan aku bisa kembali merasakan kemulusan kulitnya itu, perlahan lahan wanita janda itu mendekat, memijati aku pelan pelan, aku kemudian menjadi rileks, tanganku secara tak sengaja tertopang di pahanya, namun Olla Ramlan tidak bereaksi, kuberanikan diri mengelusnya pelan membuat Olla Ramlan langsung bereaksi menahan tanganku“Jangan lakukan itu “ bisik Olla Ramlan dengan berbisik ke telingaku, aku menjadi berhenti, namun tangan Olla Ramlan perlahan berpindah ke dadaku mengelus elus.

 

Kurasakan hembusan dari hidung Olla Ramlan yang seolah tidak menahan nafsu syahwatnya karena menjanda itu, sontak aku pun langsung ditekan ke sandaran sofa dan Olla Ramlan langsung menduduki aku, tangannya langsung merogoh ke selakanganku, aku menjadi terkejut kalau Olla Ramlan sangat angresif, matanya menatapku dengan penuh kerinduan ingin bercinta“Aku suka padamu. Kau ganteng  dan kau punya ini yang besar “ bisik Olla Ramlan dengan pelan sambil meremas kontolku pelan. Aku menjadi tak karuan, walau aku sudah meniduri banyak wanita, namun kali ini aku merasakan hal yang berbeda, perlahan lahan tangan Olla Ramlan berpindah ke bagian depan bajunya, membuka kancing bajunya sendiri sambil tersenyum, aku kemudian rileks sejenak, mataku sampai melotot tak sabaran bagian dada Olla Ramlan terbuka.

 

“Aku tertarik padamu Tante .. “ sahutku yang yang dijawab dengan senyum mesum Olla Ramlan. “Aku juga sayaaang. “ sahut Olla Ramlan dengan agresif memundurkan tubuhnya sehingga tangannya yang sudah membuka bagian dadanya sampai di perutnya itu, mataku tak berkedip memandang ke belahan buah dadanya yang ranum itu, kulitnya sangat mulus. Tak kusangka artis ini ngebet minta disetubuhi olehku, aku berusaha sabar.“Aku tahu kamu menginginkan aku lebih khan?” sudut Olla Ramlan dengan menaikan daguku yang memandang kesintalan di dadanya itu, namun aku tidak seagresif Olla Ramlan, sikap inilah yang membuat Olla Ramlan menjadi tak karuan, sikapnya menjadi manja dan berani melakukan serangan lebih agresif.

 

“Keluarkan penismu, sayang.“ bisik Olla Ramlan dengan gemas dan tersenyum nakal padaku. “Aku sudah nggak kuat menahan libidoku, sayang . puaskan aku malam ini. Aku sudah tidak kuat menahan ini. aku hanya tertarik padamu. kau ganteng, sayaaang  “ rayu Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, kemudian mengecup bibirku, aku membalas kecupan itu. Kutahan kepala Olla Ramlan yang hendak melumat bibirku itu.  Olla Ramlan menjadi mendelik, “Kau membuatku penasaran, sayang “ sahut Olla Ramlan dengan semakin agresif memaksakan kaitan celanaku lepas. Ia menarik reslutingku kemudian tangannya masuk dan merogoh kontolku.

 

“Woooooow .. gede banget, sayang . aku sengaja menunggumu tadi dibawah . “ ucap Olla Ramlan dengan menjilati bibirnya sendiri. Kontolku sampai diremas dengan nakal oleh tangan lentik janda satu ini.Tubuh kami perlahan lahan berkeringat, keringat dingin muncul dari dahiku dan tangan Olla Ramlan menyapunya. “Jangan tegang, sayang. Sayang..maukaah..kaaaau .. “ tanya Olla Ramlan dengan suara mendesah tidak kuat menahan nafsunya itu.“Menyetubuhi Tante Olla Ramlan ?” tanyaku dengan mencoba vulgar.“ Kau tahu juga sayang, aku yakin kamu kuat. Apakah kau tertarik padaku karena tubuhku atau yang lain. “ sahut Olla Ramlan sambil bertanya menggodaku. Aku kemudian memegang pundak Olla Ramlan dan aku langsung memeluk kemudian kutekan ke samping sehingga Olla Ramlan langsung berebah ke sofa itu.

Aku kemudian menindihnya dan kulumat bibirnya, kurasakan manisnya bibir janda itu“Oooooooooooow .. sayaaaaaaang aaaaaaaaaah .. mmmmmmmmmmhhhh “ desis Olla Ramlan ketika lumatan pertama itu mendapatkan jeda karena kami menghirup nafas, lumatan demi lumatan itu kami lakukan,sampai tanganku nakal meraba selakangannya yang sudah basah itu“Kau basah ya Tante Olla ?” tanyaku dengan tersenyum. “Sialan kau .. sejak awal aku sudah bilang nggak tahaaan ..kau dingin. “ sudut Olla Ramlan.dengan tersenyum.

 

Tangannya berusaha merogoh ke selakanganku namun terhalang pada Olla Ramlan, pahanya yang mulus itu aku elus elus sampai membuat Olla Ramlan terpejam, kuelus lebih naik dan tanganku masuk ke dalam belahan celana dalam warna coklat krem itu, kuelus elus dengan jembutnya yang tidak begitu lebat.“Teeeruuuuuuuus, sayaaaaaaang .. oooooouh .. nikmaaatnya aaaah .. aaayoo nakaaaalin .. nakaaaaalin aaaaku, sayaaang .. setubuhi aku .. aaaku tidak tahaaaaaaaan .. please aaaaaaaaaaah “ desah Olla Ramlan dalam tindihan itu. Kami berdua kemudian saling berpagutan, Olla Ramlan menekan ke dadaku.  Kemudian aku menarik badanku, Olla Ramlan kemudian berusaha mendesak ke depan. kami saling memagut dan melumat, bibir kami semakin penuh dengan air liur, nafas kami saling memburu untuk mendapatkan kepuasan birahi di malam yang hujan semakin deras.Olla Ramlan kemudian kembali menduduki pahaku, kemudian tangannya merangkul ke pundakku. Bagian dadanya yang terbuka lebar itu membuatku semakin tidak tahan.

 

Aku kemudian memasukan tanganku lewat bagian bawah bajunya, kemudian mencari kaitan bra, tangannya kemudian menahan lenganku. “Mau apa kau, sayaaaaaaaaang..ahhh “ goda Olla Ramlan. “Aku tidak tahan ingin melihat susumu, sayang “ucapku menggunakan kata sayang, mendengar perkataanku Olla Ramlan menjadi tersenyum. Perlahan lahan tanganku mengelus punggungnya. Aku menemukan kaitan bra itu, perlahan aku lepaskan sambil mataku menatap ke dadanya, dan ketika kulepas itu. Bongkahan daging kenyal itu turun seiring cup branya lepas. Olla Ramlan sampai menatap ke aksi nakalku itu di dadanya karena aku langsung refleks memegang buah dadanya yang kenyal.“Remees sayaaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan meta terpejam menikmati remasan pelan pelan tanganku. Tak lama,Olla Ramlan kemudian menahan tanganku.“Aku ingin melihat punyamu, sayaaaaaaaaaang “ pinta Olla Ramlan dengan tidak tahan menatap ke tonjolan kontolku.

 

Kepala kontolku sudah menyembul keluar. Ucapkan dengan nama kontol deh Tante , agar lebih vulgar “ kataku membuat Olla Ramlan mencubiti aku, “Ih . kamu jorok ah, belum pernah aku menyebut dengan kontol.  Jorok banget aku nggak mau “ maki Olla Ramlan dengan tergelak. Padahal Olla Ramlan sebenarnya senang menyebut kontol, walau baru kali ini mendapati lelaki yang vulgar sepertiku. “Kontolmu besar sayang “ ucap Olla Ramlan sambil agresif menarik celana dalamku ke bawah sehingga bagian tengah ke atas menjadi santapan empuk mata nakal Olla Ramlan. Olla Ramlan kemudian turun dari pangkuanku dan berdiri. Olla Ramlan kemudian melepaskan bajunya dengan tersenyum padaku, aku pun tak mau kalah melepaskan pakaianku, aku telanjang terlebih dahulu. aku sampai tegang menunggu celana dalam Olla Ramlan lepas, namun dengan setengah menggoda. Olla Ramlan tidak menurunkan celana dalamnya, ketika maju aku langsung menarik celana dalamnya itu. sontak Olla Ramlan menjadi tergelak.

 

“Ih, kamu nakal banget ya,” ucapnya menanggapi perlakuanku. “Ya  ampun, kontolmu besar banget. Punyaku bisa sesak , sayang aduh besar banget . “ ucap Olla Ramlan dengan mata berbinar kemudian bersimpuh di depanku memegang kontolku sambil diremas remas dengan pelan. Kurasakan kmat kontolku dibelai  tangan Olla Ramlan itu. Kurasakan aku semakin bernafsu pada wanita ini, padahal aku sebelumnya ingin main bertiga dengan Terry Putri besok pagi. Malah malam ini aku mendapatkan Olla Ramlan duluan. Kami berdua saling menatap penuh nafsu. Aku tidak tahu, tiba tiba Olla Ramlan menarik tas nya kemudian membuka, mengeluarkan bungkusan kecil. Pakai kondom ya “ sahut Olla Ramlan, aku menggeleng pelan.

“Ndak mau ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya. “Aku lebih senang menyemburkan isi kontolku dalam memek Tante Olla Ramlan “ sahutku enteng yang dijawab dengan tatapan yang tertahan di hatinya karena kemungkinan takut hamil, namun karena sudah ngebet Olla Ramlan pun akhirnya membuang bungkusan kondom itu. “Baiklah .. kalo aku hamil kamu tanggung jawab. “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum. “Nanggung tubuhmu diatas aku yang mau, jawabnya ogah “ jawabku yang dijawab dengan tergelak Olla Ramlan yang sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di depanku sambil bersimpuh. tangannya memegang kontolku yang ereksi dengan keras, Olla Ramlan sampai menggeleng geleng karena kontol besarku itu.

 

“Tunggu apalagi Tante ? masukin dong.. lakukan, jilata,  kuluman, sepongan, oral. Tante suka ngoral kontol khan ?” tanyaku yang disambut dengan senyum nakal Olla Ramlan itu. Sungguh menggoda janda satu ini, agresif sekali untuk urusan syahwat, bahkan memancingku untuk mengajaknya kawin di kantorku itu.Wanita cantik berambut panjang yang bersimpuh di depanku luar biasa menggoda imanku, dalam kondisi pakaian yang lengkap saja aku sudah ngaceng tak terkendali. apalagi kini bertelanjang bulat memamerkan seluruh bagiannya yang paling rahasia, dari kemulusan tubuhnya, besarnya buah dada yang membusung itu, kemudian turun kebawah, aaaaah … memeknya itu .. ck ck ck ck .. aku benar benar tidak tahan,jembutnya sangat rapi walau basah, justru itu indahnya jembut yang memeknya sudah terangsang.

 

Mataku memandang kes elakangannya itu, sungguh rapat. aku bakalan tidak mudah mencobloskan kontolku dalam memek yang sempit itu. Awalnya kubiarkan Olla Ramlan yang bermain main dengan mengelus elus, meremas remas kontolku dengan perlahan sambil tersenyum menggoda. Kontolku menjadi bahan mainan dengan jari jarinya, terkadang telunjuk tangannya menekan nekan ke kepala kontolku sambil menggeleng geleng kepalanya sendiri. Tanganku sendiri langsung membalas perlakuan Olla Ramlan dengan kutempelkan ke memeknya yang basah itu mengusap-usapnya dengan nakal. Kurasakan kebasahan memeknya itu. Olla Ramlan memejamkan matanya merasakan elusan perlahan tanganku di memeknya itu.  kuusap usap dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku menuju ke buah dadanya sebelah kiri dan kupegang.

 

 Ketika kupegang memeknya itu, janda berambut panjang itu mengibaskan kepalanya memutar yang bertujuan agar rambutnya berada di punggungnya. Olla Ramlan kemudian mendongak merasakan remasan lembut tanganku yang nakal itu. kurasakan puntingnya tertekan di telapak tanganku, kuremas dengan lembut perlahan lahan menikimati kesekalan dan kemontokan buah dada Olla Ramlan yang sangat ranum bagiku.  Tanganku kemudian berpindah ke buah dada sebelah kanan, sedang tangan kiri nakal membuka belahan memeknya yang basah itu. Kutusuk secara perlahan, sontak tangan kiri Olla Ramlan langsung menahan tanganku itu.“Oooooooooh .. sayang aaaaaaaaah … mmhhh … kamuuu aaaaaah .. teruus yang .. Tantee Olla nggak tahaaan nih .. aduh .. aduuuuuh .. teruus .. remees .. tusuuuuk .. sssssssssssssshhh sssssssssshh hhhhh “ lenguh dan desis Olla Ramlan tak karuan dengan mendongak ke atas.

 

Dia merasakan remasan tanganku di buah dadanya serta colekan nakal jariku di lubang memek basahnya itu.“Sungguh  bidadari yang sangat cantik kau Tante Olla. Aku juga nggak tahan ingin menyetubuhimu .. hmmmm .. oooh … buah dadamu Tantee .sekali…oh… nan…montok .. akan kugeluti kau … “ pujiku sambil bermain main dengan remasan ke buah dadanya, kadang tangan berputar merasakan kekenyalannya itu.“Say … puaskan aku .. aku sudah nggak tahan … please .. setubuhi akuuu “ rengek Olla Ramlan yang sudah tidak tahan nafsu syahwatnya itu.“Tidak secepat itu Tante Olla .. kita saling bercumbu dulu … uuuh .. kulitmu benar benar mulus, rambut panjangmu sungguh indah .. mimpi apa semalam, jika aku sekarang bisa bercinta dengan wanita idamanku ini.. Ooh .. Tante Olla .. akan kumasuki tubuhmu dengan kontolku .. “ dengusku sambil perlahan lahan mengusap usap lengannya, kemudian turun dan menggenggam jari jari tangannya itu. Olla Ramlan membalas genggamanku itu dengan meremas pelan.

 

“Tolong aaaaah .. tante minta tolong ..please .. masukin kontolmu cepaat .. nggak tahaan aaaaaaah … sudah lama memek Tante Olla nggak dicoblos sama kontol .. uuuuuuuuuuh .. sayaaaang aaaah .. apa yang harus tante perbuat … agar kau mau menyetubuhi Tante Olla “ rengek Olla Ramlan dengan memegang kontolku kuat.“Kita bercumbu dulu tante .. marilah Tante .. naik ke pangkuanku, lepaskan kontolku “ bujukku dengan memandang ke memeknya sambil mengelus elus pahanya itu. Olla Ramlan memandangku dengan sayu, tidak kuat menahan nafsunya, matanya kemudian turun memandang ke kontolku yang ngaceng mengeluarkan cairan kental. jarinya menutup lubang kontolku itu, perlahan lahan pegangan kuat di kontolku dikendorkan namun tidak dilepaskan, kemudian bibirnya menggigit.“Aduuh .. sayaaang .. mana kuat tangan Tante Olla ngelepasin kontolmu ini .. katanya kau suruh jilati, emutin, dioral .. aduuh .. sayaaaang .. kamu nakaaaal aaaaaaaaah .. mana kuat .. “ rengek Olla Ramlan semakin tidak akan akan arah permainanku yang berubah cepat.

 

“Ikut caraku saja Tante Olla. Kujamin Tante Olla akan mendapatkan kepuasan tak terhingga akan kuisi malammu yang sepi ini dengan kontolku . Betapa indah tubuhmu Tante, tidak hanya memekmu yang basah ini mendapatkan kepuasan. Seluruh tubuhmu akan kunikimat ayolah Tante naik donk. “ bujukku yang dijawab dengan gigitan di bibirnya itu. Perlahan Olla Ramlan kemudian berdiri, ketika berdiri itu. Mataku tidak berkedip memandang kesintalan tubuhnya, kupandang pada bagian dari kepala. Kemudian leher, dadanya yang montok, perutnya yang rata. Kemudian ah, memek basahnya itu membuat tidak tahan.  Aku mencoba menghela nafas, mengendalikan nafsuku.  kuelus elus pahanya yang mulus itu sampai membuat kakiku malah meriding merasakan kemulusan wanita beranak satu ini.Olla Ramlan kemudian melangkahkan kaki ke atas sofa kemudian naik dan kedua tangannya kemudian menopang ke pundakku.

 

 Kaki kirinya kemudian menyusul naik dan perlahan lahan pantatnya yang sekal itu aku pegang dengan tanganku dan kuremas keduanya“Ooh sayaaang .. uuuh .. nakaal aaaaaah …. Reemeees lagi sayaaaaaaaang .. aduuuh .. mmmmmmmmhhhh .. tangan nakaaal .. Tante Olla suka tanganmu ngeremes bokong .. remees lagi yaaang .. yaaa .. uuuuuuuh … mmmmmmmhh … mmmmmmmmmmfff .. “ desis dan desah Olla Ramlan dengan menggoyang goyangkan pantatnya. Seiring remasan kedua tanganku di kedua bongkahan sekal pantatnya itu. Perlahan-lahan pantatnya kemudian berada di antara kedua pahaku, aku tetap meremas. 

 

Tangan Olla Ramlan kemudian memegang bagian belakang kepalaku, kepalaku dimajukan. Kemudian Olla Ramlan memandangku sambil menggigit merasakan nikmatnya aku tak henti hentinya bermain main di pantatnya itu. Olla Ramlan kemudian memajukan kepalanya dan bibir kami berjarak sekitar 5 centi. Kurasakan hembusan nafasnya itu, kurasakan ada ganjalan dalam diri Olla Ramlan yang sudah tidak tahan menahan libido dan nafsu syahwatnya itu. Olla Ramlan kemudian memiringkan kepalanya, bibirnya dibuka. Kami berdua perlahan lahan menyatukan bibir kami, perlahan lahan kami akhirnya saling bertaut bibir.“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ suara yang keluar dari kami bersahutan ketika bibir kami saling memagut pelan, kami merasakan kenikmatan saling beradu bibir itu. Sambil tangan kananku kutarik, kuelus elus pahanya, sedang tangan kiriku tetap berada di pantatnya meremas remas dengan lembut. Kami semakin terbakar nafsu, belum lagi keringat sudah mengucur di sekujur tubuh kami.

 

Pagutan demi pagutan sampai aku tidak tahan. kulepaskan elusan tanganku di pahanya.

kemudian langsung naik memegang buah dadanya dan kuremas remas, Olla Ramlan semakin tidak tahan. Lengannya begitu kuat menopang ke pundakku dan tangannya menahan belakang kepalaku, bibir kami saling memagut, lidah kami saling bertubukan. Sehingga air liur kami sampai ada yang keluar dari bibir kami, air liur itu kemudian merembes turun. Perlahan air liur itu merembes ke dagu Olla Ramlan dan meluncur turun, lidah kami saling bertekan. Kami kemudian saling menghisap, menghangatkan badan kami yang diburu nafsu kawin tak terkendali itu. Belum lagi aku harus mengontrol nafsuku Olla Ramlan yang tak terkendali yang ingin cepat cepat memeknya digenjot itu, kurasakan tanganku yang berpindah ke depan kemudian mengelus elus dan mengusap usap memeknya.

 

Bersambung



bokep jav bokep jav

#2 Rizalzig

Rizalzig

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 10 posts

Posted 06 September 2017 - 10:37 AM

Cerita lnjutan gan..

#3 Boy_revi

Boy_revi

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 94 posts

Posted 06 September 2017 - 03:04 PM

Ini imajinasi ya gan haha

#4 ayamgoreng10

ayamgoreng10

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 11 posts

Posted 21 September 2017 - 11:22 AM

LANJUTAN 

 

Kurasakan Olla Ramlan benar benar terangsang akan ulah nakal tanganku itu. Kami terus saling bermain lidah, dengan nakal lidah Olla Ramlan menerobos dalam mulutku mengejar lidahku, kami saling berbelit lidah, sehingga cucuran air liur sampai tak karuan merembes sampai leher kami masing masing, Olla Ramlan menahan kepalaku, kemudian langsung menjilati leherku, dijilati air liurku, kemudian dengan cepat kepalanya kembali tegak dan mengajakku saling beradu bibir, kupagut lagi, kuhisap, kemudian aku langsung menarik kepalaku, kujilati bagian lehernya itu.

Aku menelan air liur yang merembes itu.“Mmmmmmmmmmmmmhhh ….sssssssssssssshhh ssssssssssssshhh hhh “ desisku dengan memburu nafas, ditahannya kepalaku ketika hendak kembali saling menghisap kulit lehernya. “Saaay …. Teruuskan .. nikmaaat .. lakukan …pagut aku lagi ..lumat bibirku .. sayaang .. uuuh .. aku tidak tahaan sayaang .. “ desah Olla Ramlan dengan merogoh ke bawah mencekal ke kontolku yang ngaceng itu.  Dipegang dan dikocok kocok dengan pelan sambil kami saling kembali memagut, pagutan demi pagutan, lumatan demi lumatan, hisapan demi hisapan kami lakukan, Olla Ramlan semakin tidak tahan lagi, tubuhnya kemudian kupeluk, kuusap usap punggugnya, kemudian kembali aku ke belakang bagian pantatnya dan kuremas kuat membuat Olla Ramlan menahan lumatannya

“Uuuuuuuuuuuuh aaaaaaaaaah … sayaaang .. coblos Tante yaaa .. nggak kuaaaaaaat aaaaaaaaaah “ rengek Olla Ramlan dengan mata sayu bak pengantin baru yang tidak tahan ingin segera dicoblos itu, aku menatapnya dengan teduh, Olla Ramlan mengelus elus dadaku dengan tangan kanannya, tangan kirinya bermain main dengan buah zakarku sampai ditekan tekan, aku bak tak karuan merasakan jari jari nakal Olla Ramlan yang memegang dan meremas buah zakarku itu. “Memek Tante Olla sempit .. ndak mungkin kontolku bisa masuk .. “ ucapku yang dijawab dengan gelengan kepala wanita janda beranak satu nan berambut panjang itu. “Paksain donk, sayaaaaaaaaang … Tante yakin kontolmu pasti muat dalam memek Tante .. nanti tante lebarin mengangkang deh .. ini tante sudah gataaal .. lama nggak kawin .. ayolah sayaaang .. ooh .. sayangku … masukin tubuhku .. kawinin aaakuu .. entotin tante .. ewe Tante Olla cepat .. Tante Olla nggak tahaaaan lagi dicoblos coblos dengan kontol besarmu … “ rengek Olla Ramlan yang luar biasa tidak tahan.

Wanita bermuka haus kontol ini pun melepaskan pegangan pada tubuhku, kemudian menekan ke pundakku. “Tiduran sayaaang … Tante Olla yakin kamu pengin dioral ya .. sini Tante Olla oral kontolmu … Tante Olla layani .. Tante juga pengin merasakan kontol besarmu ini … “ perintah Olla Ramlan dengan turun dari pangkuanku kemudian bersimpuh kembali ke lantai, aku kemudian tiduran dan kontolku menjulang ke atas saking ngacengnya. “Iiiiiiiiiiiih …. Kontol kok besar bangeeet nih … pasti Tante Olla akan mengeraang eraaang tak karuan .. oooh .. Tante Olla sudah bayangi bakalan teriak teriaak .. nggak tahan kamu genjot .. “ ungkap Olla Ramlan dengan menggeleng geleng menatap ke kontolku itu.

Olla Ramlan kemudian mengibaskan kepalanya, rambut panjangnya kembali ke belakang, kepalanya miring dan kemudian menjilati kontolku dengan rakus ke atas. “Pelaaaaaaaaaaan Tanteee .. nikmati kontolku .. waktu masih panjaaang .. jangan terburu buru “ ucapku sambil tersenyum, tanganku nemplok di dadanya yang kumainkan punting susunya dengan kutekan tekan. “Aaaaaaaauh .. uuuh .. saaaay .. Tante nggak terkontrol nih .. otak Tante Olla hanya terisi kontolmu .. ndak bisa sabar sayaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan menjilati kontolku naik turun dengan cepat dan rakus, namun perlahan betina muka kontol ini memelankan jilatannya.Kepalanya miring ke kanan, kali ini menjilati sisi kontolku dari bagian selakanganku.

Tangannya menekan ke dadaku, kemudian tangan itu naik sampai di depan bibirku, jarinya kemudian dicelupkan ke lubang mulutku, kuhisap jarinya itu, di dalam mulutku, jari jari itu bergerak gerak nakal bertempur dengan lidahku. Kurasakan jilatan demi jilatan itu. Kontolku semakin basah oleh air liur yang dikeluarkan lewat lidah Olla Ramlan yang semakin tak terkendali, dilepaskan jilatan nakalnya itu kemudian mengocok ngocok kontolku, matanya tidak berkedip memandang aksinya bermain main dengan kontolku.“Uuuuuuuuuuuuh .. pelaaan .. ngocoknya .. saaaaaaaaakit aaaaaaaaaaah .. bisa cepat muncraaaaaaaat “ lenguhku merasakan agresifnya Olla Ramlan mengocok kontolku itu.“Hmmm …. Maaf, sayaaang .. Tante Olla Ramlan bernafsu banget sama kontolmu .. sorry “ ucap Olla Ramlan asyik dengan kocokannya itu.

“Ohh .. iyaaaaaaa aaaaaaaaah .. enaaak Taaante .. aduuh .. Tantee .. Tante Olla .. doyan kontol banget neh .. teruus Taan .. kocokin .. enaaak aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssshhh ssssssssshh hhh .. oooh oooh .. oooh … huuuuuuuuuuuuuh .. aaaaaaaaaaaaauh .. Ooh Noo . Noo .. Tantee .. Tante Olla Ramlan maniak kontol … “ erangku merasakan kocokan nakal itu. “Sudaaaaaaaaah aaaaaaaaaah .. celupin dalam mulut Tante Olla .. sepong kontolku “ pintaku yang dijawab dengan gelengan. “Gimana bisa nyepong .. kontol ini aja pasti sesak dalam mulut Tante .. baaaah … kontol kok sebesar kontol jaran nih .. hihihihi .. pasti Tante nanti nggak bisa bangun bangun kau kawini nih … “ goda Olla Ramlan dengan membuka mulutnya, kepalanya dinaikan kemudian kepala kontolku dimasukan, mulutnya membuka lebar namun kontolku sesak masuk dalam mulutnya.

“Gilaaaaaaaaaaaaa .. gilaaaaaaa .. kontol gilaaaaaaaa .. kegedeaaaaaaan aaaaaaah “ rutuk Olla Ramlan dengan menarik kembali kepalanya, Olla Ramlan kemudian naik ke sofa dan jongkok di belahan kedua pahaku.“Tenang, sayaaang .. Tante pengin merasakan kontolmu dulu .. uuuh .. betapa indahnya jika nanti malam berlanjut sampai pagi … habis ini kita ke rumah Tante atau hotel ya .. kita teruskan proyek kawin bikin anak .. Tante Olla Ramlan sedang subur sayaaang .. demi kenikmatan kontolmu .. Tante Olla Ramlan rela hamil .. aaah .. persetan dengan hamil aaah .. yang penting kau harus coblosin memek Tante .. semburkan spermamu dalam rahim Tante Olla Ramlan .. akan kukandung anak hasil kawin kita sayaaang .. maukah kau menghamili Tante Olla Ramlan ?” ujar Olla Ramlan dengan diakhir bertanya padaku. Aku tidak menjawab.

“Gimana sayaaang .. katanya kau sanggup menanggung tubuh Tante Olla di atasmu, namun kau tidak mau jawab “ goda Olla Ramlan dengan tersenyum sangat mesum padaku sambil menjilati bibirnya sendiri. “Asal Tante Olla .. nggak buru buru aaaah .. setiap detik kita nikmati Tante .. sudah lama aku menginginkan tubuh montok Tante Olla Ramlan … “ sahutku dengan tersenyum sambil menarik bantal untuk mengganjal kepalaku.“Oh .. Tante Olla juga sayaang .. pertama bertemu denganmu .. yang terpikir hanya kontolmu .. “ ucap Olla Ramlan tanpa menatapku.

Ia membuka mulutnya lebar lebar kemudian memasukan kontolku itu, tangan dengan nakal menahan ke belakang kepalanya, memberikan tekanan, perlahan lahan gesekan gigi Olla Ramlan membuatku ngilu, kontolku sesak dalam mulutnya.Akibat tekanan itu, tangan Olla Ramlan memberontak dengan mencengkeram ke pinggangku, sehingga aku menggelinjang, akibat gelinjangan itu kontolku amblas tertelan dalam mulutnya, kurasakan sesaknya mulut Olla Ramlan yang tersumpal kontolku itu, kulepaskan tekanan itu sehingga cepat cepat kepala Olla Ramlan naik lagi, perlahan melepaskan kuluman kontol itu. “Edaaaaaaaan … Tante bisa mati tak bernafas disumpal kontolmuu huuuuuuuuuuuuuuh “ dengus Olla Ramlan tidak tahan itu. “Maaf Tante .. aku hanya ingin melihat raut Tante Olla yang cantik ini jika tersumpal kontolku “ godaku yang dijawab dengan cubitan di kontolku

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaoh “ erangku tak karuan. “Huuuh .. kalo sakit dan lemes tanggung jawab kau Tanteee “ makiku dengan menggoda. “Sialan kau sayaang .. Tante Olla mau nanggung ngemut kontolmu .. jawabnya ogah .. kalo sudah tersumpal kontol mulut Tante Olla ndak bisa jawab … hihihihi “ balas Olla Ramlan dengan tergelak padaku kemudian mengelap bibirnya yang air liurnya meluncur turun itu. “Payaaaaaaah …. Tante Olla nggak tahaaaan aaaaaaaah ..kamu diam saja .. sini Tante Olla makin bernafsu ngemut kontolmu lagi “ ucap Olla Ramlan dengan membungkuk lagi, kemudian memperbaik posisinya itu. Kemudian berubah arah, “Enam sembilan aaah .. biar adil .. kamu oral memek Tante Olla .. biar cepet kamu coblosin memek Tante .. nggak tahaaaaaaaaaan , sayaaaaaaaaaang .. Tante nggak kuat kalo Cuma mandangi kontolmu mulu .. ini kontol harus cepat cepat membuntingi Tante Olla Ramlan …. “ rengek Olla Ramlan dengan langsung mengangkangi aku.

 Tubuhnya ditekuk dengan posisi dadanya di atas perutku, tangannya memegang kontolku, kemudian selakangannya turun dipaskan ke depan bibirku, aku langsung menjilati memeknya sebelum Olla Ramlan kembali memasukan kontolku dalam mulutnya itu. Kujilati memeknya, Olla Ramlan kemudian menahan sebentar, mulutnya membuka lebar. Kontolku perlahan lahan dimasukan dalam mulutnya, tanganku nakal memegang kedua pantatnya itu, kuremas remas dan kujilati memeknya dengan rakus, Olla Ramlan tak mau kalah, kontolku yang sudah menyumpal mulutnya itu dikulum sambil dikeluar masukan dengan pelan pelan, sesaknya kontolku itu tidak bebas membuat Olla Ramlan mengulumnya, belahan memeknya yang basah itu aku singkapkan dengan lidaku, sampai Olla Ramlan menahan sambil mengeram.

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh “ eram Olla Ramlan yang mulutnya penuh dengan kontolku itu, kusibakan lubang yang mulai memerah akibat usapan dan elusan serta jilatanku yang nakal itu. Kurasakan kontolku dikulum lagi, kontolku dipakai bak sikat gigi, giginya sebelah dalam pipi kiri digosok gosok dengan kontolku. Aku menahan sensasi luar biasa saling merangsang dengan Olla Ramlan ini.Kami saling merangsang, memek sempit itu aku lebarkan, aku semakin nakal dengan menarik tanganku, kutusuk memeknya dengan jariku untuk melebarkan sontak Olla Ramlan mengeluarkan kontolku menjerit, “Aaaaaaaaaaaaaaauh .. siaaaalaaan aaaaaaaaah .. ssssssssssshh sssssssshhh hhh .. jangan lagi aaaah .. ini Tante Olla sedang nikmati kontolmuuu .. jilati ajaa .. hisaap, sayaaaaaang “ sungut Olla Ramlan yang kembali menjilati kontolku dengan lebih cepat naik turun.

Memeknya aku kemudian hisap dengan kutempelan bibirku, Olla Ramlan sampai memejamkan matanya erat erat mendongak ke atas, “Sayaaaaaaaang aaaaaaaaaah .. kooooooontoooooooooool aaaaaaaaaah “ erang Olla Ramlan dengan tak karuan itu, tangannya menekan kuat ke pahaku.“Laaagii .. kontol … enaak banget tadi kontol .. mainin klitoris Tante Olla .. ooh .. itilku .. itilku aaaaaaaaaah .. aaaaaaauh …mmmmmmmmhh .. terus.. yaaang .. terus kontol .. aduuuh kontol .. aaaaaauh, memekku .. aaaaah, meemeekuu .. oooh .. kontol .. teruus kontol … aduuuuuuuuuh .. uuuh .. duuuuh ssssssssssssssshh ssssssssssshhh hhh “ desah dan desis Olla Ramlan yang tak karuan dengan mata merem melek merasakan keenakan lidahku menjilati klitorisnya berulang ulang itu.

“Sudaaaaaaaah aaaaaaaaaaaah .. sudaaaaaah … Tante sudaaah nggak taaaaaaahaaan “ paksa Olla Ramlan dengan cepat cepat berubah posisi dan kemudian menduduki ke kedua pahaku.aku menahan nafasku pelan,“Dasar lelaki muka doyan memek .. awas yaaa … ayoo ..kamu pasti pengin muncraaat … Tante Olla Ramlan rela kamu hamili .. keluarkan manimu .. keluarkan bibitmu sayaaaang .. telur Tante Olla siap kau buahi … Tante Olla sedang subur .. aaaah .. demi kontolmu Tante Olla siap hamil … “ ucap Olla Ramlan dengan menaikan selakangannya kemudian mengarahkan lubang basah. Memeknya  yang memerah akibat oralku itu ke kepala kontolku. Tangan kirinya kemudian menekan ke dadaku, sedang tangan kanannya memegang kontolku.“Uuuuuuuuuuuuuuh .. sesaaaaaaknya aaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmmmmhh .. ooooooooooh .. aaaaaaaaaaaarggg …. Nnng .. nggggggg … duuuh sakitnyaaaaa aaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhh ssssssssssssshh ssssssssshh .. duuuh susaaahnya .. kappaaan bisa kawin nih .. siaaal aaaaaaaaah “ lenguh Olla Ramlan yang terpejam erat. Ia berusaha mencobloskan kontolku ke dalam memeknya, aku tersenyum kecut akan nafsu syahwat janda gatel kontol ini.

“Pelaaan Tantee .. tekaaan .. dengan pelan tapi kuaaat .. kemudian tarik lagi … uuuuuh “ ucapku sambil memegang kedua buah dadanya yang montok di atasku itu.“Remeeslah susu Tante Olla sepuasmu .. Tante Olla Ramlan pasrahkan seluruh tubuh Tante untukmu semata, sayaaaang .. puaskan Tante .. sayaang tahaaan yaaa .. nih Tante Olla tekaaaaan lagi “ ucap Olla Ramlan dengan menekan perlahan namun kuat. perlahan kontolku mili demi mili mulai masuk ke dalam lubang memeknya yang basah itu.“Taaaaaaarik .. tekaaaaaaan lagi .. uuuuuuuh .. kontolku terasa kau peras Tanteeee .. aduuh Tanteee … memek Tante Olla hangaaat .. aku betah bersarang di memek tanteee .. aaaaaaaaoh .. Tante aaaaaaaaaaaaaah .. sesaaaaaaaaaak .. teruuuuuuuuuus aaaaaaaaaaah .. ayoo tekaaan lagi .. tarik .. pelaaan pelaaaaan .. kuaaaaaaaaaaaat .. teruuuuuuuuus “ sahutku dengan tak karuan merasakan pilinan nakal otot otot memeknya menjepit kepala kontolku itu.

Olla Ramlan sampai menggeleng gelengkan kepalanya karena kesakitan memeknya dipaksa dimasuki kontol besarku itu. Olla Ramlan menahan sebentar sambil melepaskan kontolku, dijilati telapak tangannya itu. Olla Ramlan menikmati jilatan itu kemudian telapak tangannya diludahi, ludah itu kemudian dibawah ke bawah dan memegang kontolku yang baru masuk setelah kepala kontolku“Ndak tahaaan sayaang .. eeentaaah gimana rasanya kalo kontol kamu amblas dalam memek Tante Olla .. aaaaaaaaauh .. paaasti .. pastii aaaah nikmaaat .. tante bakaaalan ngerang erang tak karuan .. uuuh .. tahan ya sayaaang .. biar Tante Olla yang masukin kontolmu ..kamu remes aja susu Tante Olla .. mantap khan susu tante .. montok .. “ ucap Olla Ramlan dengan mengedipkan matanya menggodaku itu.

 

Bersambung



#5 picis

picis

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 5 posts

Posted 21 September 2017 - 01:48 PM

goyang teteknya
https://uploadocean.com/9j81otgu2xy2

hotel
https://uploadocean.com/vutpela1i2vm

habis dugem
https://uploadocean.com/tm0subf4oulh

mulus
https://uploadocean.com/o2g9wf7d6oob

wajahnya silau gan
https://uploadocean.com/swo6h0zk4gzb

hot
https://uploadocean.com/y3e87dknsh4z

ini masi lugu
https://uploadocean.com/9z1jrdrm4x72





Also tagged with one or more of these keywords: cerita panas, artis